Ubi Jalar Setiap Hari? Ini Manfaat & yang Harus Diperhatikan

Ringkasan Berita:

  • Ubi jalar kaya akan karbohidrat, serat, vitamin, mineral, serta antioksidan yang membantu memenuhi kebutuhan gizi tubuh.
  • Kebanyakan orang dewasa sehat dapat mengonsumsi ubi jalar setiap hari selama porsi sesuai dan pola makan tetap seimbang.
  • Jangan hanya mengandalkan ubi jalar sebagai satu-satunya sumber karbohidrat; penting untuk menggabungkannya dengan protein, sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.

Ubi jalar bukan sekadar pengganjal perut. Tanaman akar yang mudah ditemui di penjual keliling ini mengandung karbohidrat, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Namun, apakah aman mengonsumsinya setiap hari?

Ubi jalar memiliki daging yang berwarna kuning, oranye, hingga ungu. Setiap jenisnya memiliki profil nutrisi yang berbeda, sehingga bisa menjadi pilihan menarik untuk mendukung gaya hidup sehat sehari-hari.

Danielle Smiley, konsultan utama NutriDS LLC dan dietisien terdaftar, menjelaskan bahwa ubi jalar menyediakan karbohidrat sebagai sumber energi utama, disertai nutrisi lain seperti serat, kalium, vitamin C, serta senyawa alami yang memberikan manfaat bagi tubuh.

Karena kandungan nutrisinya, ubi jalar cocok menjadi sumber karbohidrat bagi individu aktif, termasuk mereka yang rutin melakukan aktivitas fisik atau olahraga.

1. Sumber Energi untuk Kegiatan Sehari-hari

Ubi jalar berperan sebagai sumber karbohidrat yang dapat diubah tubuh menjadi energi. Berdasarkan informasi dari materi, satu porsi ubi jalar dengan berat 103 gram mengandung sekitar 26 gram karbohidrat.

Angka ini setara dengan sekitar 9 persen dari kebutuhan harian karbohidrat bagi orang dewasa.

Baca juga :  Manfaat Teh Hijau Bagi Kesehatan

Kandungan karbohidrat tersebut membuat ubi jalar menjadi salah satu pilihan tepat sebagai sumber energi yang bisa dikonsumsi saat sarapan, makan siang, atau sebagai bagian dari menu pemulihan setelah berolahraga.

Selain karbohidrat, ubi jalar juga menyediakan berbagai vitamin dan mineral yang berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara menyeluruh.

2. Mendukung Kesehatan Sistem Pencernaan

Ubi jalar mengandung serat pangan yang bermanfaat bagi kesehatan sistem pencernaan.

Dalam satu porsi berat 103 gram, terkandung sekitar 4 gram serat. Konsumsi serat yang cukup dapat mendukung fungsi pencernaan serta memberikan sensasi kenyang yang lebih tahan lama.

Ahli gizi dari media dan komunitas, Alyssa Smolen, menekankan bahwa ubi jalar dapat membantu meningkatkan asupan serat dalam pola makan sehari-hari.

Agar mendapatkan manfaat maksimal, Smolen menyarankan untuk mengonsumsi ubi jalar bersama sumber protein, sayuran, dan lemak sehat.

Sebagai contoh, ubi jalar bisa disantap bersama telur, sayuran hijau, serta alpukat atau sedikit minyak zaitun agar nutrisi dalam makanan menjadi lebih seimbang.

3. Ubi Jalar Oranye dan Ungu Memiliki Keunggulan yang Berbeda

Warna daging ubi jalar bukan hanya soal penampilan. Jenis-jenis yang berbeda warnanya juga memiliki kandungan senyawa tumbuhan yang bervariasi.

Berdasarkan penjelasan Alyssa Smolen, ubi jalar kuning kaya akan vitamin C dan vitamin E. Sementara itu, ubi jalar oranye terkenal tinggi betakaroten.

Betakaroten adalah senyawa yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A, yang penting untuk menjaga penglihatan, sistem kekebalan tubuh, serta kesehatan jaringan.

Baca juga :  Kaldu rasa jamur ternyata bisa mengandung natrium lebih tinggi daripada MSG

Di sisi lain, ubi jalar ungu mengandung antosianin, pigmen yang termasuk dalam kelompok antioksidan.

Danielle Smiley menyatakan bahwa setiap varietas ubi jalar memiliki komposisi senyawa tumbuhan dan antioksidan yang berbeda.

Oleh karena itu, mengonsumsi beragam bahan pangan yang memiliki warna berbeda dapat mendukung peningkatan asupan nutrisi harian.

4. Apakah Aman Mengonsumsi Ubi Jalar Setiap Hari?

Pertanyaan tentang keamanan mengonsumsi ubi jalar setiap hari sering muncul, mengingat makanan ini terasa kenyang dan praktis dalam proses memasaknya.

Menurut Danielle Smiley, tidak ada pedoman ilmiah yang pasti mengenai jumlah ubi jalar yang harus dikonsumsi per hari atau per minggu.

Sebagian besar orang dewasa sehat bisa mengonsumsi ubi jalar secara rutin, bahkan setiap hari, selama makanan ini menjadi bagian dari pola makan yang seimbang dan bergizi.

Sebagai titik awal, satu ubi jalar berukuran kecil hingga sedang bisa menjadi porsi yang sesuai. Namun, kebutuhan individu bervariasi, tergantung pada tingkat aktivitas fisik, kebutuhan energi, dan pola makan keseluruhan.

Orang yang aktif berolahraga kemungkinan memerlukan asupan karbohidrat lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki aktivitas fisik yang lebih rendah.

Dengan demikian, mengonsumsi ubi jalar setiap hari tidak menimbulkan masalah bagi orang dewasa yang sehat, asalkan jumlah yang dikonsumsi disesuaikan dan tetap menjaga keseimbangan nutrisi dari makanan lainnya.

5. Jangan Jadikan Ubi Jalar Satu-satunya Sumber Karbohidrat

Meskipun kaya akan nutrisi, sebaiknya ubi jalar tidak digunakan sebagai satu-satunya sumber karbohidrat dalam asupan harian.

Baca juga :  3 cara menjaga kesehatan wajah lewat makanan, dari sayur hingga sumber protein

Alyssa Smolen menekankan bahwa terlalu mengandalkan satu jenis makanan bisa membuat seseorang melewatkan manfaat nutrisi unik dari bahan pangan lainnya.

Ubi jalar sebaiknya dikombinasikan dengan berbagai sumber karbohidrat dan makanan bergizi lain seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, serta beragam sayuran.

Perlu diperhatikan juga metode pengolahannya. Ubi jalar yang direbus atau dikukus bisa menjadi pilihan praktis untuk menu sehari-hari. Namun, penambahan gula, sirup, atau bahan tinggi lemak dalam jumlah besar justru dapat meningkatkan nilai kalori makanan.

Pada akhirnya, ubi jalar dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Kuncinya terletak pada pengaturan porsi, pemilihan cara memasak yang tepat, serta kombinasi dengan protein, lemak sehat, dan bahan pangan lain yang seimbang.

Visited 1 times, 1 visit(s) today