3 cara menjaga penampilan wajah lewat makanan, dari mengurangi bengkak hingga mendukung produksi kolagen
Dikutip dari Channel YouTube It Girl Glow Up Kamis 15 Oktober 2026, pilihan makanan dapat memengaruhi kondisi kulit dan penampilan wajah. Asupan nutrisi yang seimbang membantu menjaga fungsi kulit, sementara konsumsi garam dan gula berlebihan dapat berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Video tersebut membahas tiga hal yang berkaitan dengan penampilan wajah, yaitu retensi cairan, warna kulit, dan produksi kolagen. Meski makanan tertentu dapat mendukung kesehatan kulit, hasilnya berbeda pada setiap orang dan tidak bisa dijamin muncul dalam jangka waktu tertentu.
1. Perhatikan makanan yang dapat membuat wajah tampak bengkak
Konsumsi natrium berlebihan, terutama dari makanan asin, dapat membuat tubuh menahan lebih banyak cairan. Akibatnya, wajah pada sebagian orang dapat terlihat lebih bengkak. Alkohol juga dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh dan kualitas tidur, sedangkan konsumsi gula berlebihan dalam jangka panjang dapat berdampak pada kesehatan metabolik.
Untuk membantu menjaga keseimbangan cairan, cukupi kebutuhan air putih dan batasi makanan tinggi garam. Makanan kaya kalium seperti pisang dan alpukat juga dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Sementara itu, mentimun, seledri, dan sayuran lain dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan serta serat.
Namun, makanan tersebut bukan solusi instan untuk menghilangkan bengkak dalam 12–48 jam. Jika pembengkakan wajah muncul secara tiba-tiba, terasa berat, atau disertai sesak napas, segera cari pertolongan medis.
2. Konsumsi sayur dan buah untuk mendukung kesehatan kulit
Warna dan tampilan kulit dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk genetik, paparan sinar matahari, dan asupan nutrisi. Karotenoid, yaitu pigmen alami yang terdapat pada sejumlah buah dan sayuran, dapat memengaruhi rona kulit jika dikonsumsi secara rutin.
Wortel dan ubi jalar mengandung beta-karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A. Tomat, semangka, dan pepaya juga menyediakan karotenoid, sedangkan kiwi, stroberi, jeruk, dan paprika merupakan sumber vitamin C.
Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen dan membantu melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Namun, mengonsumsi makanan kaya vitamin C tidak secara otomatis membuat warna kulit menjadi putih. Manfaat utamanya adalah mendukung kesehatan kulit, bukan mengubah warna kulit alami.
3. Penuhi protein untuk mendukung produksi kolagen
Kolagen merupakan protein struktural yang membantu menjaga kekuatan dan elastisitas kulit. Tubuh memproduksinya menggunakan asam amino dari protein makanan serta sejumlah nutrisi pendukung, termasuk vitamin C.
Sumber protein dapat diperoleh dari ikan, telur, ayam, daging tanpa lemak, tahu, dan tempe. Kaldu tulang juga mengandung protein dalam jumlah yang bervariasi, tetapi tidak wajib dikonsumsi untuk menjaga produksi kolagen.
Agar kebutuhan nutrisi terpenuhi, kombinasikan sumber protein dengan buah dan sayuran yang kaya vitamin C. Contohnya, ikan dengan sayuran dan buah sebagai pelengkap makanan. Pola makan seimbang lebih penting daripada mengandalkan satu bahan makanan tertentu untuk mengatasi tanda penuaan.
Penampilan wajah sehat dimulai dari pola makan seimbang
Menjaga penampilan wajah tidak harus dilakukan melalui diet ketat atau makanan mahal. Membatasi garam berlebihan, mengonsumsi beragam sayur dan buah, memenuhi kebutuhan protein, serta menjaga hidrasi dapat membantu mendukung kesehatan kulit.
Perlu diingat, tidak ada makanan yang dapat menjamin wajah langsung bebas bengkak, kulit menjadi lebih putih, atau kerutan menghilang dalam hitungan minggu. Hasil perawatan dipengaruhi banyak faktor, sehingga kebiasaan sehat yang konsisten tetap menjadi langkah utama.