Cara tetap sehat saat berpuasa, ikuti panduan sahur dan berbuka WHO

Ringkasan Berita:

  • Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis panduan pola makan sehat selama bulan Ramadan.
  • Tingkatkan konsumsi cairan dan makanan yang sehat serta seimbang saat berbuka puasa dan sahur.
  • Kurangi konsumsi makanan yang manis, berlemak, dan mengandung garam tinggi agar tubuh tetap sehat selama menjalankan puasa.

Makanan yang berlimpah selalu dikaitkan dengan bulan puasa Ramadan.

Namun, mengonsumsi makanan secara berlebihan saat sahur dan berbuka puasa dapat merusak kesehatan.

Karena, bulan ramadan selalu dikaitkan dengan berbagai jenis makanan yang manis.

Oleh karena itu, penting untuk mematuhi panduan atau saran dalam menyantap sahur dan berbuka puasa agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan panduan lengkap agar umat Muslim tetap sehat dan bugar saat menjalani puasa.

1. Konsumsi air dalam jumlah yang cukup (minimal 10 gelas) serta makanan yang kaya akan cairan seperti sup, semangka, dan salad hijau.

2. Jangan mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh, dan minuman bersoda, karena kafein bisa menyebabkan beberapa orang sering buang air kecil, yang berpotensi menyebabkan dehidrasi. Ingat pula bahwa minuman berkarbonasi yang manis akan menambah jumlah kalori dalam pola makan Anda.

3. Jangan terpapar sinar matahari ketika suhu sedang tinggi. Sangat penting untuk tetap berada di area yang dingin dan teduh.

4. Isi kembali tenaga dengan menyantap makanan berbuka puasa yang bergizi dan seimbang.

Baca juga :  7 rekomendasi vitamin untuk puasa, cegah kekurangan nutrisi

Tiga Biji Kurma

Konsumsi tiga buah kurma saat berbuka puasa. Kurma merupakan sumber serat yang sangat baik.

Dan berbagai jenis sayuran untuk menyediakan vitamin serta nutrisi yang diperlukan.

Pilih biji-bijian utuh yang memberikan energi dan serat untuk tubuh.

Nikmati daging tanpa lemak yang dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar, ayam tanpa kulit, serta ikan, agar mendapatkan asupan protein sehat yang ideal.

Secara umum, hindari makanan yang digoreng serta produk olahan yang mengandung lemak atau gula tinggi.

Nikmati hidangan sambil menghindari makan berlebihan dengan mengunyah secara perlahan.

Sahur yang Ringan

Konsumsi makanan sahur yang ringan setiap hari. Hal ini terutama penting bagi kelompok tertentu seperti lansia, remaja, ibu hamil dan menyusui, serta anak-anak yang memutuskan untuk berpuasa.

Tambahkan sayuran, satu porsi karbohidrat seperti roti atau roti lapis dari biji-bijian utuh, makanan kaya protein seperti produk susu (keju tanpa garam/labane/susu) dan/atau telur, serta lauk berupa tahini/alpukat.

Batasi yang Manis

Hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan yang manis dan batasi penggunaan lemak serta garam. Makanan manis yang sering dikonsumsi selama bulan Ramadan mengandung banyak sirup gula.

Makanan manis yang direkomendasikan untuk dikonsumsi adalah buah-buahan berair dingin seperti semangka/melon atau buah musiman lainnya seperti persik atau nektarin.

Coba batasi penggunaan makanan yang tinggi lemak, khususnya daging berlemak, hidangan yang dibuat dengan adonan puff pastry, atau kue yang mengandung tambahan lemak, margarin, atau mentega.

Baca juga :  Ketumbar, Jahe, dan Kunyit: Rahasia Lancarkan Haid

Lebih baik menggunakan cara memasak lain seperti mengukus, memasak dengan saus, menumis dengan sedikit minyak, atau memanggang daripada menggoreng.

Hindari konsumsi makanan yang kaya akan garam, seperti sosis, produk olahan daging dan ikan, bahan asin, zaitun, acar, camilan, keju yang asin, berbagai jenis kerupuk siap saji, salad, bahan olesan, serta saus (misalnya mayones, mustard, saus tomat).

Saat memasak makanan, sebaiknya mengurangi penggunaan garam sebanyak mungkin, dan tentu saja disarankan untuk tidak meletakkan wadah garam di atas meja. Manfaatkan berbagai bumbu untuk meningkatkan rasa dari masakan yang dibuat.

Makan Perlahan, Banyak Bergerak

Makan secara perlahan dan dengan porsi yang sesuai kebutuhan setiap orang. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar bisa menyebabkan rasa sakit di perut dan ketidaknyamanan.

Coba lakukan banyak aktivitas fisik di malam hari, seperti berjalan kaki secara rutin setiap hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *