Kemunculan iPhone Air sebagai smartphone flagship paling tipis dengan ketebalan hanya 5,6 milimeter ternyata tidak mendapat respon positif dari pasar teknologi belakangan ini.
Itu terlihat dari laporan GSMArena yang menyatakan bahwa penjualan model iPhone Air tidak sejalan dengan inovasi yang mereka lakukan, atau tidak sesuai dengan target yang ditetapkan.
Laporan terbaru mengungkapkan bahwa kegagalan iPhone Air di pasar telah mengurangi semangat beberapa merek pesaing dalam mencoba memasuki segmen pasar tersebut.ponselyang ramping dan ringan. Setidaknya tiga perusahaan besar Tiongkok, termasuk Xiaomi, Oppo, dan vivo, dilaporkan telah membatalkan rencana mereka untuk merilis ponsel yang sangat tipis.
Perusahaan pemasok utama Apple, Foxconn, dilaporkan mengurangi jalur produksi iPhone akibat menurunnya permintaan. Di sisi lain, perusahaan pemasok lain seperti Luxshare disebut telah menghentikan seluruh aktivitas produksi iPhone.
Sinyal negatif semakin kuat setelah desainer utama yang menciptakan iPhone Air memutuskan pindah ke perusahaan startup berbasis AI. Bahkan, versi penerus dari model tersebut, yang dikenal sebagai iPhone Air 2, dilaporkan mengalami penundaan dari Apple.
Namun, keengganan terhadap desain yang sangat tipis ini tidak hanya terjadi pada Apple, tetapi telah menjadi tren yang lebih luas di pasar. Samsung juga dilaporkan mengalami kendala dalam penjualan model premium mereka, Galaxy S25 Edge.
