Kalian sering kali lupa atau malas mengganti oli mesin pada mobil bekas yang kalian sukai? Perhatikan, tiga komponen ini bisa mengalami kerusakan parah.

Ya, oli mesin pada mesin pembakaran dalam (internal combustion engine) berfungsi sebagai pelumas.
Dengan penggunaan oli mesin yang terus-menerus, perlu dilakukan penggantian secara berkala agar menghindari kerusakan atau gesekan berlebih.
Mesin mobil bensin perlu mengganti oli setelah mencapai 10.000 kilometer atau bahkan lebih dini.
Pemeliharaan oli mesin yang sering diabaikan dapat menyebabkan 3 jenis kerusakan pada mesin.
1. Camshaft dan Klep
Pindah ke komponen pada kepala mesin yang memerlukan pelumasan, yaitu poros engkol atau noken as serta katup.

Kedua komponen tersebut memerlukan pelumasan yang juga harus berkualitas.
“Jika mesin oli sudah rusak maka gesekan akan meningkat dan bisa menyebabkan poros engkol patah,” ujar Andy Santoso, pemilik Bengkel Mobil 77.
Selalu perhatikan penggunaan pelumas atau oli mesin dan ganti sesuai dengan aturan yang berlaku.
2. Piston dan Liner
Lumasan yang paling penting terjadi di bagian mesin atau piston dan silinder.
Gesekan antara piston dan dinding silinder memerlukan oli mesin untuk terus-menerus memberikan pelumasan.
Jika pelumas mesin telah habis, gesekan pada komponen piston dan dinding silinder akan semakin besar.
“Secara umum, piston yang jelas akan tergores dan mesin menjadi berisik,” ujar pria yang memiliki bengkel di Jl. Suka Damai 2, Eyang Agung, Ciputat.
3. Batang Piston dan Logam
Komponen batang engkol atau stang piston ini juga memerlukan pelumasan.
Gerakan naik dan turun yang diubah menjadi gerakan berputar memerlukan pelumasan.
Bagian batang piston terdiri dari logam yang diam dan logam yang bergerak, ini memerlukan pelumas, tutupnya.
Jika oli mesin sudah rusak, gesekan antara komponen akan semakin besar dan bagian batang piston ini menjadi kotor.
