TIM dari Telkom University mengembangkan aplikasi Mbudur.ai untuk memberikan beragam informasi seputar Candi Borobudur dengan teknologi akal imitasi (AI). Aplikasi ini baru bisa diakses pengguna di kios informasi Desa Borobudur, belum tersedia secara daring.
Pembuatan aplikasi ini melibatkan beberapa dosen S1 Informatika Telkom University yaitu Andy Maulana Yusuf, Z. K. Abdurahman Baizal, dan Soni Fajar Surya Gumilang, serta dosen D4 Konversi Energi Politeknik Bandung Musrinah. Ada juga sekelompok mahasiswa, yaitu Saskia Putri Ananda, Putri Nurika Adila, dan Muhammad Rakha, termasuk Nadia Apsarini dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB).
Aplikasi ini memanfaatkan AI generatif yang diperkaya pengetahuan dari warga Desa Borobudur dan nama Mbudur.ai terinspirasi dari sebutan warga lokal terhadap Borobudur. Ide pengembangan teknologi ini berawal dari permintaan penggiat pariwisata di Borobudur. Para pelaku sektor pelesiran ini mengimpikan sebuah area wisata digital.
Sistem kecerdasan Mbudur.ai dilatih dengan dokumen Desa Borobudur, dari yang menyangkut pagelaran seni, wisata, hingga sejarah. Teknologi informasi itu dikelola oleh Komunitas Desameta Borobudur. Komunitas ini juga sudah dilatih untuk memutakhirkan pengetahuan tentang desa dan Candi Borobudur. Informasi intinya berupa teks tanpa foto dan video
Bila dikulik lebih lengkap Mbudur.ai berisi informasi ihwal destinasi wisata, usaha mikro kecil dan menengah, pagelaran budaya, serta sejarah Candi Borobudur. Untuk memakai layanan ini pengguna hanya perlu mengetikkan pertanyaan pada kolom pencarian, seperti layaknya memakai chatbot. Aplikasi ini diharapkan menjadi pemandu digital bagi pengunjung Candi Borobudur maupun destinasi lain di Magelang, Jawa Tengah.
Diharapkan aplikasi ini dapat dimanfaatkan di sekolah-sekolah maupun oleh agen perjalanan dan sebagai media pembelajaran budaya bagi generasi muda tentunya dengan pengembangan yang lebih jauh di masa mendatang.
