9 Tips Efektif untuk Menyusutkan Perut Setelah Persalinan Vaginal

Setelah bersalin tidak serta-merta membuat perut Anda langsung kembali ke bentuk semula seperti sebelum hamil. Mungkin saja Anda merasa bahwa perut tetap tampak kendur. Banyak wanita harus mengatasi kesulitan baru dalam upaya menyusutkan perut mereka pasca melahirkan, terlebih jika proses kelahirannya dilalui via vagina. Berikut adalah beberapa metode yang bisa dicoba untuk membantu penyempurnaan ukuran perut Anda:

Perut yang baru saja melewati proses persalinan pervaginam biasanya tidak terlihat lebih besar dibanding dengan kasus operasi Caesar. Akan tetapi, berbagai elemen seperti penyembuhan rahim, modifikasi pada otot perut, serta beberapa situasi lain dapat mempengaruhi hal ini.
diastasis recti
Dapat mengubah tampilan dan dimensi perut sesudah melahirkan, khususnya yang bersalin lewat vagina.

Dr. Katherine H. Campbell, seorang ahli kandungan dan ginekologi tersertifikasi oleh ABMS, menjelaskan bahwa tampilan perut wanita pasca persalinan dapat bervariasi. Hal ini disebabkan oleh peregangan otot perut, pertambahan bobot tubuh, serta dampak dari hormon-hormon tertentu.

“Beberapa latihan khusus serta konsumsi makanan bernutrisi bisa menolong dalam mengurangi visibilitasnya,” jelas Campbell seperti dikutip dari sumber tersebut.
Healthline.

Beberapa hari setelah bersalin, Ibu mungkin merasa bingung antara punya perut datar atau menggendong si kecil yang baru dilahirkan. Akan tetapi, memiliki perut rampel dengan cepat tampaknya tidak masuk akal. “Bisa jadi ini ideal bagi artis yang didampingi oleh personal trainer serta babysitter di tempat tinggal mereka,” katanya.

Apakah yang menyebabkan perut tetap buncit, lemak atau kekenduran pada kulit?

Dilansir dari BabyCenter, Rahim biasanya memerlukan waktu antara enam sampai delapan minggu untuk kembali ke ukuran semula setelah melahirkan, sementara kontraksi rahim membuat perut ikut menyusut. Akan tetapi, beberapa wanita mungkin mengalami proses ini yang sedikit lebih lambat sehingga merasakan bahwa tubuh mereka baru bisa pulih sepenuhnya dalam jangka waktu yang lebih lama.

Baca juga :  Bayi Kembar dengan Satu Plasenta: Keajaiban yang Bisa Terjadi

Campbell menyebutkan bahwa ada beberapa elemen termasuk peningkatan berat badan dan otot perut, kedua pita otot paralel yang mendukung bagian tengah tubuh ini mengalami regangan.

“Bobot seorang bayi yang baru dilahirkan biasanya berkisar antara 7 pon atau setara dengan 3,2 kilogram. Untuk menampung bobot ini, otot perut serta jaringan ikat memerlukan peregangan,” papar Campbell.

Kolegium Amerika untuk Ilmu Kebidanan dan Kandungan (ACOG) mendukung pedoman Institute of Medicine
Untuk kenaikan berat badan saat hamil.

Berdasarkan indeks massa tubuh (IMT), penambahan berat badan dapat berkisar antara 5 sampai 18 kilogram ketika mengandung satu janin dan 11 sampai 28 kilogram untuk ibu hamil dengan kelipatan dua. Namun jangan khawatir, bunda nanti akan melepaskan sebagian bobot itu pasca proses persalinan.

Campbell menambahkan bahwa selain peningkatan berat badan dan regangan, tubuh juga menghasilkan hormon yang membantu jaringan ikat menjadi lebih fleksibel.

Cara mengurangi ukuran perut pasca persalinan via vagina

Ibu bisa menerapkan beberapa metode berikut ini untuk mengurangi ukuran perut pasca persalinan via vagina:

1. Menyusui

Di luar manfaatnya bagi si bayi, memberikan ASI juga bisa membantu Ibu dalam pembakaran kalori. Proses ini akan memicu kontraksi pada otot rahim yang berperan mengurangi ukuran perut dengan bertahap.

2. Olahraga yang tepat

Perut Ibu biasanya akan kembali menyusut secara alami seiring berlalunya waktu. Tetapi, terdapat beberapa metode yang dapat dilakukan di rumah untuk mengencangkan perut setelah melahirkan.

Pastikan Ibu sudah memperoleh persetujuan lengkap dari dokter kebidanan atau perawat bersalin sebelum menjalankan latihan fisik pasca melahirkan.

Baca juga :  Bayi Kembar dengan Satu Plasenta: Keajaiban yang Bisa Terjadi

Setelah dinyatakan sehat oleh dokter, coba tambahkan aktivitas fisik ke dalam jadwal harian Anda. Dimulai dari berjalan kaki serta senam ringan menggunakan bobot badan sendiri. Dengan bertambahnya waktu, Ibu bisa mengintegrasikan jogging dan peregangan otot perut. Senaman dasar panggul yang efektif meliputi teknik pelatihan Kegel.

3. Makan dengan baik

Seperti halnya Bunda memperhatikan asupan makanan sehat selama kehamilan, usahakan juga untuk tetap menjalani gaya hidup sehat setelah melahirkan. Cobalah komitmennya untuk mengonsumsi makanan bergizi yang bermanfaat bagi si Kecil ketika menyusuinya. Selain itu, pastikan pula bahwa diet Anda terdiri dari nutrisi yang seimbang agar bisa mendukung proses penyempurnaan bentuk tubuh sesudah persalinan.

Pusatkan perhatian pada aspek-aspek positif: buah-buahan serta sayuran dengan warna bervariasi; gandum utuh yang tinggi serat; lemak tidak jenuh yang memuaskan seperti alpukat dan minyak zaitun; serta sumber protein yang membuat kenyang seperti telur, kacang-kacangan, daging ayam, dan tahu.

4. Bersikap realistis

Ibu harus menyadari bahwa proses bersalin merupakan suatu keajaiban besar. Persalinan membawa dampak tak terduga pada tubuh Ibu. Meski demikian, seluruh transformasi ini butuh waktu untuk berehat dan sembuh. Di dalam beberapa pekan serta bulan setelah kelahiran, izinkan diri sendiri untuk beristirahat dan menjalani penyembuhan.

Apabila Bunda mendengar kisah-kisah mengenai ibu yang bisa mencapai bentuk tubuh seperti semula sebelum hamil pasca melahirkan, hal tersebut tidak biasa terjadi. Bunda tetap bisa merampingkan perut dengan cara bertahap dan pelan-pelan.

5. Cukup minum air

Memastikan tubuh terus-menerus terhidrasi sangat krusial bagi proses metabolisme dan penguraian lemak. Selain itu, air berperan dalam mendukung fase penyembuhan serta memfasilitasi eliminasi zat-zat berbahaya dari dalam tubuh.

Baca juga :  Bayi Kembar dengan Satu Plasenta: Keajaiban yang Bisa Terjadi

6. Tidur yang cukup

Seorang ibu pasca persalinan mungkin akan kesulitan mendapatkan istirahat yang cukup. Akan tetapi, penting bagi Anda untuk mencoba memperoleh sebanyak mungkin waktu tidur karena hal ini bisa membantu dalam menyeimbangkan hormon serta mencegah pengendapan lemak berlebih akibat stres. Cobalah manfaatkan saat si kecil sedang tertidur untuk ikut mereposkan diri sendiri sehingga energi Anda tidak cepat terkuras.

7. Hindari stres berlebih

Ketegangan bisa menaikkan kadar hormon kortisol sehingga memicu pengumpulan lemak di area perut. Usahakan untuk bersantai dengan latihan pernafasan dalam atau mencoba bermeditasi.

8. Menggunakan korset

Pemakaian korset ini sebaiknya disesuaikan dengan petunjuk dari dokter dan tidak setiap ibu akan merasa senang menggunakannya. Apabila Anda merasa nyaman memakai korset tertentu, cobalah gunakan untuk membantu otot perut serta punggung.

9. Melakukan Latihan Kegel serta Senam Panggul Dasar

Latihan Kegel bisa menguatkan otot dasar panggul serta area perut di bagian bawah, khususnya sesudah proses persalinan via vagina.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *