Perbedaan Antara Sinterklas Dan Santa Claus

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

sinterklas-santa-klaus
Gema hari Natal baru saja berlalu, semua orang kini berkonsentrasi untuk menyambut tahun baru. Demikian berulang dari tahun ke tahun. Tidak terkecuali di Indonesia.
Menengok sebentar ke belakang menjelang datangnya hari Natal. Di Indonesia orang tidak asing lagi dengan tokoh yang satu ini jika Natal akan tiba. Namanya selalu disebut seakan lengket dan menjadi bagian dari perayaan Natal itu sendiri. Sinterklas begitu orang menyebut dan memanggilnya. Nama dan sosok ini begitu terkenal di tanah air. Hal ini wajar mengingat nama Sinterklas sebenarnya adalah warisan dari Belanda yaitu Sinterklaas. Namun dengan semakin berkiblatnya Indonesia ke Amerika maka nama Sinterklas berangsur pudar dan mulai digantikan oleh nama baru yaitu Santa Klaus (Santa Claus), yang sering dimunculkan melalui film-film Hollywood yang notabene menguasai pasar film di Indonesia. Nah disinilah muncul kerancuan terhadap figur Sinterklas dan Santa Klaus. Seringkali Sinterklas digambarkan sebagai sosok Santa Klaus atau sebaliknya.

Sinterklaas nama aslinya adalah Saint Nicholas (Belanda : Sint Nicolaas yang selanjutnya diplesetkan menjadi Sinterklaas) berasal dari Spanyol, adalah seorang Bishop (Uskup) yang berpenampilan layaknya seorang Uskup lengkap dengan topi uskupnya dan tongkat khas yang melingkar di ujung bagian atas. Uskup ini setiap tanggal 5 sampai 6 Desember melakukan perjalanan muhibah ke Belanda. Kemanapun pergi tidak ketinggalan ada yang menemani yaitu pembantu setianya yang berkulit hitam yang dikenal dengan sebutan Black Pete atau di Belanda disebut Zwarte Piet atau di Indonesia dikenal dengan Pit Si Hitam yang selalu membawa kantong penuh dengan hadiah kecil dan permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak yang tidak nakal. Dalam perjalanan muhibahnya ke utara kendaraan Sinterklas adalah seekor kuda putih. Sinterklas sangat senang dengan anak-anak, dia suka memberi nasihat kepada anak-anak sambil memangkunya. Di akhir wejangannya dia akan meminta anak-anak itu membisikkan hadiah apa yang diinginkannya kemudian berpesan agar di malam hari menjelang tidur setiap anak itu meletakkan sepatu dekat dengan perapian, karena Zwarte Piet akan meletakkan hadiah di atas sepatu anak-anak itu melalui cerobong asap perapian. Saat ini rumah-rumah di Belanda tidak lagi memakai perapian dengan cerobong asap, sehingga sepatu bisa di letakkan di dekat pemanas ruangan. Di Belanda hari Sinterklaas resminya diperingati setiap tanggal 5 Desember namun seringkali hingga tanggal 6 Desember.

Santa Klaus tampaknya berasal dari Kutub Utara dan seorang penyendiri atau kemanapun tampak seorang diri, berperawakan gendut berjenggot putih panjang dengan topi musim dinginnya. Berbeda dengan Sinterklas, Santa Klaus muncul setiap menjelang hari Natal tanggal 25 Desember dengan mengendarai kereta ski yang ditarik oleh rusa kutub.  Sinterklaas dalam penampilannya tampak tenang, sedangkan Santa Klaus adalah sosok yang digambarkan selalu dihiasi dengan tawanya yang khas. Ada kesamaan dengan Sinterklas, sosok Santa ini juga suka memberi nasihat kepada anak-anak dan bagi-bagi hadiah yang juga diberikan saat malam. Bedanya Sinterklas pada tanggal 5 Desember versi Belanda atau 6 Desember versi beberapa negara Eropa lainnya sedangkan Santa menjelang Natal yaitu 24 Desember malam. Demikian juga konon sang Santa ini jika memberi hadiah gemar melemparkan hadiah itu lewat cerobong asap rumah. Karena dulu sebelum pemanas ruangan semodern sekarang, seluruh penghuni rumah akan selalu mendekat di perapian untuk menghangatkan badan.

Sebenarnya sosok seorang Santa Claus yang populer di Amerika Utara ini memang terinpsirasi dari sosok Sinterklaas sehingga ada beberapa kesamaan. Juga awal munculnya tokoh Santa Claus adalah dari New York yang notabene sebelumnya bernama New Amsterdam bekas jajahan Belanda. Di tanah air cerita tentang Sinterklas yang versi Belanda sudah dicampur aduk dengan Santa Claus versi Amerika yang jelas saat ini berbeda satu sama lain termasuk cara berpakaiannya.

loading...

2 Comments

Add a Comment
  1. That was a really informative post. I never knew anyone with celiac disease, sounds like you have it pretty well under control and a great attitude to go with it. Look forward to following your blog.

  2. Bagus aku suka

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SerbaSerbi.web.id © 2016 Frontier Theme