Instal Harddisk SATA

Share on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on Twitter0Share on LinkedIn0

harddisk-sata
Menginstal haddisk SATA sebenarnya lebih mudah daripada harddisk seniornya IDE, karena tidak diribetkan oleh lebarnya kabel data dan soket IDE yang sering menghalangi pemasangan kabel data ke harddisknya sendiri. Kabel data harddisk SATA lebih ramping dengan soket SATA yang juga lebih pendek sehingga tidak membutuhkan banyak space di motherboard. Sementara kabel powernya hanya beda di soketnya saja yang lebih pipih dan kelihatan rapuh dibanding soket kabel power IDE. Namun pemasangannya juga lebih mudah dan tidak mungkin terbalik. Baik kabel power mapun kabel data SATA memakai grid array tidak pin seperti pada IDE HDD.

Meski demkian perlu diperhatikan jika akan membeli kabel power dan kabel data SATA. Pilih kabel dengan konektor yang ada klipnya, sehingga saat dipasang nantinya tidak akan mudah goyah. Tidak seperti kabel IDE yang tertancap mantap, kabel SATA rentan untuk goyang yang dapat mengakibatkan harddisk kemungkinan tidak terdeteksi oleh bios. HD SATA saya sempat tidak terdeteksi meskipun komputer direstart berkali-kali saat memakai kabel merah seperti gambar di bawah, meski konektor sudah dibolak-balik. Namun saat pakai yang kuning, langsung tedeteksi. Kemungkinan saat memakai yang merah salah satu konektor tidak bisa tertancap dengan stabil karena tidak ada klip penjepitnya. Karena itu disarankan pakai kabel SATA yang dilengkapi klip disetiap konektorya.

Kabel SATA dengan klip di salah satu konektornya

Kabel SATA dengan klip di setiap konektornya

Kabel (konverter) Power SATA

Setting jumper nomalnya dalam instalasi HDD SATA tidak diperlukan meski di badan harddisk ada pin untuk pemasangan jumper. Pemasangan jumper baru diperlukan jika adapter SATA motherboard tidak support dengan kecepatan transfer data HDD SATA (3,0 Gbits/detik). Hal ini ditandai dengan pesan error dari sistem operasi (Windows) “drive not detected”. Jika memang terjadi demikian barulah jumper disetting untuk membatasi kecepatan transfer data hingga 1,5 Gbits/detik saja. Jadi jumper yang ada di badan HD SATA tersebut bukan untuk setting master atau slave.

Jumper hanya untuk membatasi transfer data ke angka 1,5 Gb/detik jika motherboard tidak support transfer rate 3,0 Gb/detik

Tidak ada pilihan master atau slave untuk harddisk SATA. Setiap harddisk SATA didesain sebagai master. Tidak seperti HD IDE yang akan error bila setting jumper diabaikan, SATA akan mulus dikenali bios tanpa setting jumper. Sebagai contoh HD SATA saya terdeteksi sebagai S-ATA 1 di bios karena memang ditancapkan di soket SATA 1 dari dua soket yang tersedia.

 

Pada gambar port yang terdapat keterangan Not Detected adalah memang tidak ada harddisk yang diinstal di port tersebut. Harddisk hanya ada dua yaitu di port Primary IDE Slave (WDC) dan port SATA-1 (Seagate)

Meski ada OS terinstal di SATA, booting komputer saya masih dilakukan oleh harddisk yang saya pasang di primary IDE slave yang didalamnya juga terinstal OS Windows XP. Untuk merubah agar booting dilakukan oleh harddisk SATA yang baru saja diinstal, maka perlu dilakukan setting di BIOS seperti pada gambar di bawah. Pada gambar harddisk untuk booting dipilih SATA sebagai pilihan pertama (sebagai contoh di bawah adalah Seagate Barracuda ST3250318AS). Pilihan kedua terserah anda sesuai dengan harddisk yang terinstal di komputer anda. Atau jika tidak ada ya didisabled saja.

Setting Pilihan Booting Melalui BIOS

Simpan setingan tersebut dan restart komputer. Untuk seterusnya booting akan dilakukan oleh harddisk sesuai dengan yang telah disetting di bios tadi. Jika kita mempunyai 2 harddisk terpasang di PC dan masing-masing terinstal sistem operasi (OS) kita juga bisa memilih harddisk mana yang akan dipakai untuk booting yaitu sesaat setelah PC dihidupkan tekan beberapa kali tombol F8, maka akan keluar pilihan harddisk mana yang akan dijalankan sistem operasinya. Pada kondisi dimana cuma ada satu harddisk yang terinstal OS, F8 biasanya berfungsi untuk memilih mode Windows.

Harddisk yang digunakan sebagai contoh adalah Seagate Barracuda ST3250318AS

loading...

1 Comment

Add a Comment
  1. Nice info, singkat padat, dan gambarnya sangat mendukung !!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SerbaSerbi.web.id © 2016 Frontier Theme